kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Investasi BPKH tidak dilakukan secara langsung


Kamis, 07 Juni 2018 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Ibadah Haji


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan dilakukan secara tidak langsung. Rencananya BPKH akan melakukan investasi dalam Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

"Jadi investasi tidak secara langsung untuk mengurangi risiko," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan perbaikan pada Public Private Partnership (PPP) usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (7/6).

Bambang bilang saat ini masih melakukan pembahasan untuk menentukan proyek yang akan disuntik investasi dari BPKH. Tidak hanya penentuan proyek, nilai investasi pun diakui masih dalam pembahasan. Meski begitu, Bambang bilang skema investasi telah ditetapkan.

"Investasi BPKH di PINA masih dibahas tapi semua instrumennya di surat berharga," terang Bambang.

Asal tahu saja selain di dalam negeri, BPKH juga akan berinvestasi di luar negeri. Hal itu untuk mendapatkan pemasukan dengan mata uang asing. Pasalnya selama ini biaya haji dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang asing. Mata uang yang menjadi penentu terbesar adalah Saudi Arabia Riyal (SAR).

Sebelumnya BPKH menyatakan ketertarikan investasi di Arab Saudi. Investasi di Arab Saudi dilakukan untuk mengurangi missmatch biaya haji Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×