kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.965   73,00   0,41%
  • IDX 5.920   -180,89   -2,96%
  • KOMPAS100 771   -24,22   -3,04%
  • LQ45 583   -15,01   -2,51%
  • ISSI 205   -6,80   -3,21%
  • IDX30 330   -7,80   -2,31%
  • IDXHIDIV20 405   -7,67   -1,86%
  • IDX80 87   -2,71   -3,01%
  • IDXV30 109   -1,96   -1,77%
  • IDXQ30 106   -2,00   -1,86%

insentif pajak ditebar untuk genjot kenaikan ekspor


Sabtu, 10 Februari 2018 / 09:38 WIB
ILUSTRASI. Suasana Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyusun strategi untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Bahkan pemerintah akan kembali menerbitkan beberapa kebijakan terkait hal tersebut dalam dua minggu ke depan. Rencana itu diungkapkan Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi.

Menurutnya Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengumpulkan para menteri ekonomi untuk merumuskan upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekspor. Salah satunya adalah mempermudah syarat tax allowance dan tax holiday.

Banyaknya syarat yang harus dipenuhi membuat kebijakan ini masih belum bisa dijalankan secara maksimal. "Syarat tersebut yang akan dipermudah. Misalnya untuk perusahaan padat karya bisa ekspor lebih banyak, diberi kemudahan supaya mendapat tax allowance," ujarnya, Jumat (9/2).

Menurut Sofjan, pemerintah juga akan memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan yang menambah investasinya. "Dalam dua minggu ini akan diumumkan beberapa kebijakan signifikan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang," tambahnya. Ketentuan baru ini diharapkan iklim investasi dan ekspor Tanah Air membaik sehingga ekspor Indonesia dapat bersaing dengan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia.

Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution menyatakan ada lima industri yang memiliki potensi ekspor yang besar. Tanpa mengatakan industri mana saja, lima industri itu akan mendapatkan insentif pajak. Pemerintah juga memprioritaskan realisasi perjanjian bilateral Australia dan Uni Eropa untuk mempercepat pertumbuhan ekspor yang pada tahun 2017 hanya mencapai sekitar US$ 145 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×