kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Insentif bagi pariwisata bikin iri industri manufaktur, apa yang mereka minta?


Senin, 02 Maret 2020 / 10:04 WIB
ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani di gedung Kadin, Selasa (19/11/2019). Kontan/Lidya Yuniartha


Reporter: Abdul Basith, Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia memang telah mengguyurkan insentif kepada industri pariwisata dan penerbangan tanah air. 

Insentif tersebut sebagai upaya mengantisipasi dampak negatif penyebaran virus corona (covid-19) terhadap industri ini. 

Maklum merebaknya penyebaran virus corona, menyebabkan jumlah wisatawan menyusut tajam. Tanpa insentif dari pemerintah diprediksi industri ini makin sulit.

Baca Juga: Terimbas corona, manufaktur minta insentif

Penyusutan yang sama juga dirasakan oleh industri penerbangan lantaran jumlah turis asing yang datang ke Indonesia menyusut drastis lantaran khawatir akan penularan virus corona.

Namun insentif ini menuai iri dari sektor industri lain yang juga merasakan penderitaan yang sama akibat tertular dampak negatif virus corona.

Baca Juga: Dampak corona merembet kemana-mana, pengusaha minta insentif tak hanya ke pariwisata

Seperti yang dirasakan oleh industri manufaktur. Selama ini mereka mengandalkan impor bahan baku dari China yang menjadi pusat endemik virus corona.

Akibatnya merebaknya virus corona di negeri tirai bambu itu, seluruh aktivitas bisnis menjadi terganggu. Walhasil pengiriman bahan baku dari negeri itu kepada industri manufaktur di Indonesia menjadi seret.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×