kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Inilah Prediksi 1 Syawal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan BRIN


Kamis, 12 Maret 2026 / 02:00 WIB
Inilah Prediksi 1 Syawal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan BRIN
ILUSTRASI. Pemerintah akan gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026 untuk tentukan Lebaran. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Puasa Ramadhan 2026 kini memasuki 10 hari terakhir. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah pun diperkirakan akan jatuh pada pekan ketiga Maret 2026.

Meski demikian, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah di Indonesia tidak selalu berlangsung serentak. Ada kemungkinan perbedaan antara keputusan pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah karena menggunakan metode penentuan yang berbeda.

Lantas, kapan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran 2026 dimulai menurut pemerintah, Muhammadiyah, dan NU? Berikut prediksi awal Lebaran 2026 serta penjelasan selengkapnya.

1 Syawal menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan 19 Maret 2026, pukul 01:23:28 UTC.

Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, sebelum pukul 24:00 UTC terdapat wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1.

Baca Juga: Maju Seleksi Bos OJK, Friderica Widyasari Dewi Ungkap Alasannya

1 Syawal menurut pemerintah

Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H akan berlangsung. Kepastian tanggal Lebaran akan diumumkan setelah sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan.

Sebagai gambaran awal, Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama memperkirakan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat prediksi karena keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.

Dalam sidang tersebut, penentuan awal Syawal dilakukan dengan dua cara, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung terhadap hilal (rukyatul hilal). Jika bulan sabit terlihat dan memenuhi kriteria yang disepakati negara-negara MABIMS, maka 1 Syawal ditetapkan pada hari berikutnya. Namun jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyebutkan bahwa proses penetapan ini melibatkan banyak pihak, seperti ahli astronomi dari BMKG dan BRIN, pengelola planetarium dan observatorium, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait lainnya.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Tunda Pemberangkatan Haji Jika Konflik Timteng Terus Memanas

1 Syawal menurut NU

Hingga saat ini NU juga belum menetapkan secara pasti kapan Idul Fitri 2026 akan dirayakan.

Dilansir dari Kompas.com (20/3/2025), dalam tradisi NU, penentuan 1 Syawal dilakukan menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit. Pengamatan tersebut biasanya dilaksanakan pada 29 Ramadhan di berbagai titik di Indonesia.

Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari sehingga Idul Fitri jatuh pada hari berikutnya.

Meski mengutamakan rukyatul hilal, NU juga tetap menggunakan perhitungan ilmu falak sebagai dasar pendukung dalam proses penentuan tersebut.

BRIN prediksi 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Selasa (10/3/2026), perhitungan astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kemungkinan Lebaran 2026 jatuh pada 21 Maret 2026.

Hal ini disampaikan oleh Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, yang memperkirakan Idul Fitri 1447 H versi pemerintah berpotensi berlangsung pada tanggal tersebut.

Prediksi itu didasarkan pada posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 di kawasan Asia Tenggara. Menurut Thomas, ketinggian bulan pada waktu tersebut diperkirakan masih berada di bawah batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS.

Tonton: Prabowo: Perdamaian Tak Cukup dengan Doa, Harus dengan Kerja Keras

"Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat," terang Thomas.

Namun, hasil perhitungan astronomi menunjukkan posisi hilal di Indonesia saat maghrib 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi syarat tersebut. Dengan kondisi itu, hilal diperkirakan belum bisa diamati sehingga bulan Ramadan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari.

Jika skenario tersebut terjadi, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/11/113000765/prediksi-1-syawal-lebaran-2026-menurut-muhammadiyah-pemerintah-nu-dan-brin?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×