Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pandemi corona di Indonesia sudah berlangsung enam bulan. Meski demikian, sejumlah daerah di Indonesia masih aman atau tidak terdampak dari virus corona.
Data Covid-19 31 Agustus 2020 memastikan jumlah kasus positif virus corona masih terus bertambah di Indonesia. Merujuk data Covid19.go.id, data Covid-19 31 Agustus 2020 menyebutkan ada sebanyak 174.796 kasus positif corona di Indonesia. Jumlah tersebut bertambah 2.743 kasus dari sehari sebelumnya.
Baca juga: Tupperware promo September 2020 baru dimulai, ada tumbler, eco bottle, bowl set dll
Dari jumlah kasus positif virus corona di Indonesia, tercatat 7.417 pasien virus corona meninggal dunia dan 125.959 pasien dinyatakan sembuh. Jumlah pasien corona yang sembuh berdasarkan data Covid-10 31 Agustus 2020 bertambah sebanyak 1.774 dari sehari sebelumnya.
Walaupun data Covid-10 31 Agustus 2020 menyebutkan jumlah kasus positif corona terus bertambah, tapi sejumlah daerah tetap terbebas dari Covid-19. Daerah tersebut menjadi yang paling aman dari corona karena sampai saat ini menjadi daerah yang tidak terdampak virus corona.
Data Covid-19 31 Agustus 2020 menyebutkan, sebanyak 30 kabupaten atau kota tidak terdampak virus corona. Berikut daftar daerah tidak terdampak virus corona tersebut:
- Aceh: Pidie Jaya
- Sumatera Utara: Nias Barat, Nias
- Kepulauan Riau: Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas
- Bengkulu: Lebong
- Sulawesi Tenggara: Konawe Kepulauan
- Nusa Tenggara Timur: Sumba Tengah, Ngada, Malaka, Alor, Manggarai Timur, Sabu Raijua, Belu
- Maluku: Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru
- Papua Barat: Tambrauw, Maybrat
- Papua: Yahukimo, Mappi, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Asmat, Puncak, Intan Jaya
Zona tidak terdampak merupakan satu dari lima zona risiko yang ditentukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Peta Zonasi Risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator-indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:
Indikator epidemiologi:
1) Penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
2) Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
4) Penurunan jumlah meninggal kasus ODP dan PDP pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
5) Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
6) Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif
8) Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir
9) Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
10) Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk
Baca juga: Dibalik kontroversi ganja sebagai tanaman obat, ini kegunaan ganja dalam medis
Indikator surveilans kesehatan masyarakat
1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
2) Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)
Indikator pelayanan kesehatan
1) Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
2) Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













