kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini upaya Kementan untuk menstabilkan harga ayam


Selasa, 21 Januari 2020 / 09:03 WIB
Ini upaya Kementan untuk menstabilkan harga ayam
ILUSTRASI. Peternak ayam di Gunung Sindur, Bogor, Jumat (11/10). Peternak tengah mengeluhkan harga ayam yang berada di bawah acuan sejak awal bulan ini.

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peternak tengah mengeluhkan harga ayam yang berada di bawah acuan sejak awal bulan ini. Bahkan, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat ( Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko mengatakan, harga ayam di tingkat peternak sekitar Rp 15.000 per kg, lebih rendah dari harga acuan yang sebesar Rp 18.000 per kg-20.000 per kg.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Sugiono pun membeberkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menstabilkan harga unggas. Dia menyebut, pemerintah sudah melaksanakan afkir parent stock (PS) berusia lebih dari 60 minggu sebanyak 1,65 juta ekor.

Langkah ini sudah dilakukan sejak November hingga Desember 2019. Dengan begitu, bibit anak ayam usia sehari atawa day old chick feed stock (DOC FS) akan berkurang sebanyak 2 juta ekor per minggu atau 8,4 juta selama Januari 2020.

Baca Juga: Harga Ayam di TIngkat Peternak Rontok Lagi, Populasi Final Stock Diusulkan Dipangkas

Sugiono memperkirakan realisasi produksi DOC FS Januari 2020 sebanyak 317 juta ekor. Sementara, terdapat 259,61 juta ekor kebutuhan DOC FS broiler pada Januari 2020. "Sehingga terdapat kelebihan produksi DOC FS bulan Januari 2020 sebesar 57.389.529 ekor per bulan atau 12.9 juta ekor per minggu," tutur Sugiono kepada Kontan.co.id, Senin (21/1).

Lebih lanjut, Sugiono pun mengatakan pemotongan telur tertunas (HE) umur 19 hari juga dilakukan pada 2 Januari hingga 21 Januari. Menurut Sugiono, ditargetkan ada 13 juta butir HE yang dipangkas setiap minggunya. Pemangkasan HE ini, akan berdampak secara langsung pada pengurangan DOC Februari sebanyak 37,05 juta ekor. Menurut Sugiono, dari target 39 juta, sudah terdapat 30,9 juta HE yang dipangkas mulai 1-19 Januari 2020.

Ada pula penundaan setting HE sebanyak 15 juta butir per minggu. "Pelaksanaan tunda setting HE sebagai alokasi CSR perusahaan pembibit ke lokasi terdampak bencana baru terealisasi sebanyak 600.000 ekor," ujar Sugiono.

Baca Juga: Harga ayam rendah, Pinsar minta pemangkasan telur tetas 20 juta butir per minggu

Nantinya, pada 24 Januari hingga 7 Februari 2020, akan dilakukan pengurangan DOC FS melalui afkir dini terhadap populasi PS yang berusia 55 minggu ke atas. "Pengurangan DOC FS merupakan upaya penyesuaian sebagai upaya menjaga keseimbangan antara penyediaan ayam ras terhadap kebutuhannya di pasar," kata Sugiono.

Selain itu, Sugiono pun menyebut akan mendorong integrator untuk mengoptimalkan pemotongan di RPHU dengan menambah waktu operasional pemotongan menjadi 15 jam per hari dan menyimpan karkas frozen di gudang cold storage.

Sugiono berharap, pengoptimalan RPHU ini bisa berdampak pada harga unggas yang lebih stabil karena peredaran livebird di pasar becek berkurang.




TERBARU

Close [X]
×