kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini Tiga Negara Penopang Surplus Dagang di Kuartal I 2026, AS Mulai Melemah


Senin, 04 Mei 2026 / 18:11 WIB
Ini Tiga Negara Penopang Surplus Dagang di Kuartal I 2026, AS Mulai Melemah
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat Peti Kemas di pelabuhan JICT (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tiga negara mitra dagang utama yakni Amerika Serikat, India, dan Filipina, tercatat menjadi penopang surplus neraca perdagangan Indonesia pada kuartal I-2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari–Maret 2026 mencatat surplus sebesar US$ 5,55 miliar. Surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas sebesar US$ 10,63 miliar, di tengah defisit neraca migas sebesar US$ 5,68 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan tiga negara penyumbang surplus terbesar Indonesia masih Amerika Serikat (AS), meski kontribusinya mulai melemah.

Baca Juga: Jakarta Akan Olah 9.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik, Gandeng Danantara

"Penyumbang surplus untuk nonmigas terbesar pada periode Januari-Maret 2026, Amerika Serikat ya, penyumbang surplus non migas terutama didorong oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, juga alas kaki,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Secara rinci, surplus perdagangan Indonesia dengan AS tercatat sebesar US$ 4,43 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 4,32 miliar. Surplus ini didorong oleh ekspor nonmigas ke AS yang mencapai US$ 7,29 miliar, terutama dari komoditas mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesori.

Di posisi kedua, India menyumbang surplus sebesar US$ 3,29 miliar, naik dari US$ 3,05 miliar pada tahun lalu. Ekspor ke India didominasi oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

Sementara itu, Filipina menjadi penyumbang surplus ketiga terbesar dengan nilai US$ 2,09 miliar, meskipun menurun dari posisi tahun lalu sebesar US$ 2,20 miliar.

Namun demikian, jika dilihat khusus pada perdagangan nonmigas, kontribusi surplus dari AS justru mengalami penurunan. Surplus nonmigas Indonesia dengan AS tercatat sebesar US$ 5,06 miliar, turun dari US$ 5,12 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Purbaya Ubah Skema Restitusi, Seleksi Wajib Pajak Kini Lebih Ketat

Sebaliknya, surplus nonmigas dengan India meningkat menjadi US$ 3,36 miliar dari sebelumnya US$ 3,07 miliar. Sementara surplus dengan Filipina turun menjadi US$ 2,05 miliar dari US$ 2,20 miliar.

Dengan perkembangan ini, meski Amerika Serikat masih menjadi penopang utama surplus dagang Indonesia, kontribusinya mulai menunjukkan pelemahan, sementara peran India semakin menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×