kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,80   -17,42   -1.80%
  • EMAS923.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Ini tantangan Indonesia untuk mencapai herd immunity


Selasa, 26 Januari 2021 / 21:35 WIB
Ini tantangan Indonesia untuk mencapai herd immunity
ILUSTRASI. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Program Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkap beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Menurut Siti, supaya Indonesia bisa mencapai herd immunity, maka dibutuhkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk atau 70% dari total penduduk Indonesia.

Menurut Siti, salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan dosis yang dibutuhkan untuk memvaksinasi 181,5 juta penduduk bisa dipenuhi dalam waktu satu tahun.

"Ini merupakan tantangan pertama mengingat kita sudah ketahui akan ada gap pemenuhan vaksin secara global  dibandingkan kebutuhan global juga untuk seluruh negara," ujar Siti Nadia dalam webinar, Selasa (26/1).

Menurutnya, pemerintah terus berupaya keras untuk bisa memenuhi lebih dari 400 juta dosis vaksin  tersebut sambil menunggu vaksin yang bisa diproduksi dari dalam negeri.

Baca Juga: Jokowi akan disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua besok, disiarkan secara langsung

Tantangan berikutnya yang dihadapi adalah adanya kampanye anti-vaksin dalam bentuk hoaks atau disinformasi. 
Menurut Siti, adanya disinformasi atau berita bohong ini memberikan pengertian yang salah kepada masyarakat.

Karena itu, menurutnya perlu sosialisasi dan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19.

Adanya kampanye anti-vaksin diakui turut mengakibatkan ada penolakan dari masyarakat untuk divaksinasi.

"Ada penolakan dari masyarakat yang tentunya akan mengurangi cakupan, yang nanti pada akhirnya target memenuhi kekebalan kelompok ini bisa tidak tercapai," kata Siti.

Lebih lanjut, Siti bilang untuk bisa mencapai kekebalan kelompok juga membutuhkan waktu. Menurutnya, bila vaksinasi bisa diselesaikan pada 181,5 juta orang di Desember 2021, maka dibutuhkan 28 hari sampai antibodi terbentuk dan pada akhirnya membentuk kekebalan kelompok.

"Jadi mengenai timing pasti,  kapan kekebalan kelompok ini terbentuk, kita juga belum mengetahui. Tapi yang pasti kita harus menyelesaikan dulu cakupan dari 100% dari 181,5 juta ini sebelum Desember 2021 dengan syarat vaksinnya sudah kita terima di Indonesia," tuturnya.

Selanjutnya: Mengenal 3 jenis mutasi virus corona, salah satunya ditemukan di Indonesia

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×