kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini strategi Kemhub untuk persiapan mudik 2018


Senin, 19 Maret 2018 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah mempersiapkan transportasi untuk mudik 2018. Bahkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengatakan, pihaknya sudah menemukan format agar mudik tahun ini berjalan lancar.

Format yang disusun pun baik secara jalur darat, laut dan udara.

Adapun untuk jalur udara, Kemhub berencana mengoperasikan bandara-bandara kecil sampai jam 24.00. Tujuannya, agar rotasi pesawat yang kembali ke Jakarta lebih leluasa.

Sementara di darat, tak terlepas dari kereta api. Budi bilang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memberikan tambahan kira-kira 4%-5% di atas kapasitas.

"Tapi PT KAI memang biasanya full, jadi sisanya harus kita carry dengan dua sarana yaitu darat dan laut," ungkapnya di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (19/3).

Sementara untuk jalur laut, pihaknya akan mengadakan 20 kapal perintis yang akan dioperasikan ke Jakarta ke Semarang. "Untuk itu akan dioperasikan sebagai mudik gratis," tambah Budi.

Selain itu, dirinya juga membuat waktu manajemen untuk libur masal. Hal itu untuk mengantisipasi kemacetan saat mudik. "Jadi sudah ditetapkan libur masal 2 hari sebelum dan sesudah lebaran. Artinya ada libur 6-7 hari,  jadi yang membuat tekanan itu tidak pada satu hari menjelang lebaran," jelasnya.

Untuk itu dirinya sudah ingin berkoordinasi dengan Kementerian PAN RB untuk membuat libur anak-anak sekolah bisa 2 hari atau 3 hari lebih awal.  dengan demikian hari - hari mudik tidak akan padat saat ga H-1 tapi dari H-7 atau H-8 hari raya.

"Hal itu pun bisa memberikan relaksasi atau tekanan yang berkurang," tutup Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×