kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Ini rayuan Jokowi saat sosialisasi tax amnesty


Kamis, 21 Juli 2016 / 19:25 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Adi Wikanto

Medan. Pemerintah terus bekerja keras mengejar target realisasi program pengampunan pajak ( tax amnesty ). Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memberikan sosialisasi langsung terhadap lebih dari 3.500 pebisnis atau wajib pajak di kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/7).

Jokowi, menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan dana masyarakat agar bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan bersaing dengan negara lain. "Ekonomi dunia ini sedang melambat. Negara butuh uang Anda untuk membangun dan bisa bersaing," ujar Jokowi.

Gambaran saja, Indonesia membutuhkan sekitar Rp 4.900 triliun untuk membangun proyek infrastruktur. Sementara, negara hanya mampu menyediakan Rp 1.500 triliun dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Di Sumatera misalnya, pemerintah menargetkan bisa merampungkan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan ini didesain untuk bisa melayani perdagangan ke hampir seluruh negara.

Jokowi menambahkan, pelabuhan Kuala Tanjung akan bekerja sama dengan pelabuhan dunia semisal Rotterdam dan Dubai agar pedagang Indonesia bisa semakin mengakses pasar global. "Saya sudah minta Menteri BUMN agar Kuala Tanjung sudah bisa selesai di 2017," ujar Jokowi.

Catatan saja, pemerintah menyediakan hotline khusus amnesti pajak di nomor 0811-2283-333.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×