kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Ini pertimbangan Sri Mulyani hingga berharap ekonomi Indonesia tumbuh positif di 2020


Rabu, 03 Juni 2020 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani masih berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 bisa positif pada tahun 2020 ini.

Seperti diketahui, akibat pandemi virus corona (Covid-19) ekonomi Indonesia ikut tertekan. Meski begitu, adanya berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Dengan stimulus ini kita berharap bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 0%," ujar Sri usai rapat terbatas, Rabu (3/6).

Baca Juga: Defisit APBN 2020 melebar hingga 6,34% dari PDB, pemerintah revisi Perpres 54/2020

Sri menegaskan pemerintah masih menggunakan asumsi pertumbuhan antara 2,3% hingga -0,4%. Meskipun saat ini dinilai sulit untuk mencapai angka 2,3%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020 sebesar 2,97%. Pada kuartal kedua tekanan dinilai lebih berat karena adanya perluasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah.

"Kita berharap dengan PEN ini kuartal Ketiga dan keempat bisa mengejar kembali itulah yang kita lakukan," terang Sri.

Sri bilang program PEN akan dilakukan secara cepat dengan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020. Setelah revisi rampung, maka penggunaan APBN sesuai program PEN bisa dilakukan.

Baca Juga: Ekonomi Australia masuk jurang resesi, pertama kali dalam 3 dekade terakhir

Dalam program PEN terdapat perubahan anggaran untuk penanganan Covid-19. Berdasarkan revisi, anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 677,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×