kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini penjelasan KPU soal kisruh pilpres di HK


Senin, 07 Juli 2014 / 13:54 WIB
Ini penjelasan KPU soal kisruh pilpres di HK
ILUSTRASI. Kondisi pembangunan jalan tol Solo - Semarang, pada hari Rabu (30/3/2016) TRIBUN JATENG/SUHARNO


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai kericuhan saat pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Hongkong, kemarin.

KPU, kata Husni, telah mengirimkan dua komisonernya yakni Sigit Pamungkas dan Juri Ardiantoro untuk menyelidiki kasus tersebut. "Nanti dijadwalkan mereka akan beri keterangan selegkap-lengkapnya atas peristiwa terjadi kemarin," ujarnya Senin (7/7).

Husni menegaskan, kejadian pemungutan suara di Hongkong tidak sepenuhnya tergambar dalam pemberitaan di berbagai media.
Husni juga membantah jika Juri dan Sigit memerintahkan untuk menutup Tempat Pemungutan Suara.

"Dari keterangan Sigit Pamungkas dan Juri kepada kami bahwa tuduhan terhadap yang bersangkutan tidak benar. Dia tidak pernah menyatakan hal-hal yang dituduhkan karena yang berbaju hitam posisi tengah adalah Sigit Pamungkas dan dituduhkan pejabat KJRI. Jadi Sigit Pamungkas bukan pejabat JKRI dan di lokasi sama ada Ketua Bawaslu," jelasnya Husni.

Penjelasan Husni tersebut menyoal pemberitaan bahwa ada petugas yang mengatakan bisa mencoblos dengan syarat memilih pasangan nomor urut satu.

Sebelumnya, pemungutan suara pemilihan preside yang digelar Panitia Pemungutan Luar Negeri di Hongkong berlangsung ricuh, Minggu (26/7) sore.

Sekitar 500 sampai 1.000 pemilih mengamuk, merobohkan pagar TPS karena panitia telah menutup TPS padahal mereka sudah mengantri dan belum melaksanakan hak mencoblos. (Rachmat Hidayat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×