kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini lima prioritas perjanjian dagang yang dikejar Indonesia tahun 2020


Jumat, 08 November 2019 / 19:04 WIB

Ini lima prioritas perjanjian dagang yang dikejar Indonesia tahun 2020
ILUSTRASI. Pemerintah menargetkan 11 perjanjian dagang selesai pada tahun 2020 mendatang.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan 11 perjanjian dagang selesai pada tahun 2020 mendatang. Dari target tersebut terdapat prioritas yang akan diselesaikan. Antara lain ada lima perjanjian dagang yang menjadi prioritas untuk diselesaikan tahun 2020.

Lima prioritas tersebut adalah Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia - Uni Eropa (IEU-CEPA), Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia - Maroko (IM-PTA), Indonesia - Tunisia PTA, Indonesia - Bangladesh (PTA), dan Indonesia - Turki CEPA.

"Indonesia EU CEPA itu sangat prioritas sekali atas saran Presiden yang harus diselesaikan sebelum akhir 2020," ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat konferensi pers, Jumat (8/11).

Baca Juga: Mendag Agus Suparmanto pastikan tidak ada larangan ekspor nikel

Guna mencapai target tersebut, Kemendag akan melakukan sejumlah perundingan. Jerry bilang akan ada sejumlah pertemuan baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk mempercepat perundingan.

Pertemuan juga dilakukan untuk mempercepat proses final dalam kesepakatan. Semakin cepat perjanjian selesai, pemanfaatan perjanjian dagang juga lebih cepat dilakukan. "Pertemuan untuk menguatkan dan memfinalkan poin agreement yang belum disepakati," terang Jerry.

Baca Juga: IHSG menguat tipis pada perdagangan terakhir jelang akhir pekan

Sebelumnya Indonesia telah menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang. Salah satunya adalah Indonesia - Australia CEPA yang tengah masuk dalam proses ratifikasi dan diperkirakan selesai sebelum akhir tahun.

Sementara itu Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) juga direncanakan rampung ditandatangani tahun 2020 mendatang. Hal itu berdasarkan kesepakatan 15 negara anggota RCEP dalam pertemuan lalu.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×