kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ini komentar SBY terkait aksi sweeping ormas Islam


Senin, 22 Juli 2013 / 06:30 WIB
Ini komentar SBY terkait aksi sweeping ormas Islam
ILUSTRASI. Sejumlah emiten menerbitkan obligasi jelang kenaikan bunga acuan ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Adanya tindakan main hakim sendiri dengan melakukan sweeping yang kerap dilakukan organisasi massa (Ormas) tertentu termasuk Front Pembela Islam (FPI) membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara.

Presiden menyatakan, adanya aksi sweeping yang dilakukan pada bulan Ramadan itu telah mencinderai ajaran agama Islam. Pasalnya, tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, kata SBY, ajaran Islam tidaklah identik dengan perilaku kekerasan dengan melakukan main hakim sendiri.

Pendapat tersebut disampaikan SBY dalam konferensi pers yang digelar di JI Expo Kemayoran, Minggu (21/7). "Kalau aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu tidak identik dengan ajaran Islam. Sebab Islam tidak identik dengan kekerasan, main hakim sendiri dan tindakan-tindakan perusakan," tegas SBY.

Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan, perilaku main hakim sendiri yang dilakukan itu justru mencederai penilaian publik terhadap pelaku termasuk terhadap FPI. Menurut SBY, harusnya FPI menghormati bulan suci Ramadan dan menyerahkan penegakan hukum kepada pihak kepolisian.

Untuk itu, SBY meminta pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap tindakan-tindakan anarki apa pun termasuk yang mengatasnamakan agama untuk melanggengkan kekerasan dan perusakan. SBY mengapresiasi tindakan kepolisian yang melokalisir bentrokan antara massa FPI dan warga Kendal, Sukorejo, Jawa Tengah itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×