kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ini evaluasi tim Untuk diperbaiki Jokowi-JK


Rabu, 11 Juni 2014 / 07:20 WIB
ILUSTRASI. Begini Cara Mengisi Alamat Proxy WhatsApp dan Penjelasan Tentang Fitur Baru ini


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tim Pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) telah memiliki sejumlah catatan dan gambaran serta evaluasi atas penampilan Pasangan Nomor urut 1 dalam debat Capres dan Cawapres, Senin malam lalu.

Salah satunya catatan dan evaluasi dari anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Budiman Sudjatmiko. Pertama-tama catatan itu berupa tanda pengingat buat pasangan Jokowi-JK.

"Tanda kekalahan pertama dalam perdebatan adalah ketika anda sudah puas dengan hasil perdebatan sebelumnya. Dan anda meremehkan lawan. Kami tidak pernah melihat pak Prabowo-Hatta sebagai lawan debat yang ringan. Tidak! Mereka bisa berdebat dengan baik," demikian dikatakan Politisi PDIP ini usai menggelar Konferensi pers tentang Debat Capres-Cawapres Perdana, Di Posko media, Jalan Cemara, jakarta, selasa (10/6/2014).

Karena itu, tim Jokowi-JK akan terus memperbaiki dan memberikan masukan kepada pasangan yang diusungnya agar lebih baik lagi dalam tampilan debat berikutnya. Salah satu evaluasi itu terkait kelemahan pasangan Jokowi-JK saat berbicara konsep besar yang dinilainya masih kurang bagus dibanding Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Karena itu akan kita perbaiki. Bukan artinya mereka tidak memahami mengenai konsep besar. Mereka lebih suka mengambil contoh. Orientasi Jokowi-JK problem solving, pemecahan masalah," jelasnya.

Politisi PDIP ini bisa memahami hal itu, karena sosok Jokowi-JK adalah sosok pemimpin yang bekerja. Hal itu bisa terlihat dari penjelasan-penjelasan pasangan nomor urut 2 ini, terlihat sangat jarang ke arah naratif dan konsep-konsep.

Evaluasi lainnya menurut Budiman, ketika diminta untuk melakukan evaluasi kritis terhadap pemerintahan sekarang. Terkait itu, Jokowi-JK tidak memberikan catatan kritis mereka.

"Itu nanti akan kita sampaikan. Sehingga ke depan, ketika diminta evaluasi kritis tentang kebijakan ekonomi pemerintahan sekarang--karena debat berikutnya soal ekonomi--saya pikir pak Jokowi-JK harus lebih berani lagi melakukan evaluasi kritis terhadap pembangunan dan ekonomi sekarang," jelasnya.

Berikut ini tema dan jadwal debat capres dan cawapres:

1. Debat capres-cawapres: Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum (Disiarkan SCTV, Indosiar, dan BeritaSatu pada 9 Juni 2014)

2. Debat capres: Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial (Disiarkan Metro TV dan Bloomberg pada 15 Juni 2014)

3. Debat capres: Politik Internal dan Ketahanan Nasional (Disiarkan TV One dan ANTV pada 22 Juni 2014)

4. Debat cawapres: Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK (Disiarkan RCTI dan MNCTV pada 29 Juni 2014)

5. Debat capres-cawapres: Pangan, Energi, dan Lingkungan (Disiarkan TVRI dan Kompas TV pada 5 Juli 2014) (Srihandriatmo Malau)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×