kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Ini empat strategi Prabowo Subianto kembangkan industri pertahanan dalam negeri


Selasa, 03 Desember 2019 / 15:01 WIB
Ini empat strategi Prabowo Subianto kembangkan industri pertahanan dalam negeri
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Komisi I DPR Meutia Hafid (kanan) menjelang rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kem


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, optimis industri pertahanan berkembang dalam lima tahun kedepan. Ada empat strategi Kementerian Pertahanan untuk mencapai hal tersebut. 

Pertama, terkait kemandirian Indonesia dalam penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) sebagai hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. "Selama ini Indonesia mengandalkan impor dari luar, yang membuat terlena dan tanpa disadari hanya menjadi pasar produk asing," kata Prabowo, Selasa (3/12).

Baca Juga: Prabowo Subianto janjikan industri pertahanan RI akan maju pesat lima tahun mendatang

Kedua, pengadaan Alpalhankam harus memprioritaskan pada produk industri Alpalhankam dalam negeri. Pengadaan luar negeri hanya boleh dilakukan apabila industri dalam negeri belum mampu memproduksi.

"Itupun harus disertai offset dan transfer of technology (ToT) yang diberikan kepada BUMN dan badan usaha milik swasta (BUMS) secara adil," ungkap dia.

Baca Juga: Prabowo: Presiden tegaskan tidak boleh ada kebocoran anggaran pertahanan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×