kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ini catatan Kadin soal program PEN tahun 2020


Minggu, 03 Januari 2021 / 16:00 WIB
ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Sebagai info, data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan hingga 23 Desember 2020, progres realisasi program PEN mencapai Rp 502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp 695,2 triliun. Adapun, angka penyerapan tersebut tersebar dalam enam program.

Pertama, klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp 217,99 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp230,21 triliun. Kedua, klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau Rp 107,93 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 116,31 triliun.

Ketiga, klaster sektoral, K/L, dan pemda mencapai 88,1% atau Rp 59,77 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 67,86 triliun. Keempat, klaster kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp 54,13 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 99,5 triliun.

Kelima, klaster intensif usaha dalam bentuk perpajakan yakni 45,4% atau Rp 54,73 triliun dari pagu Rp 120,61 triliun. Keenam, klaster pembiayaan BUMN dan korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp 8,16 triliun dari total anggaran Rp 60,73 triliun.

Selanjutnya: Hingga 23 Desember 2020, anggaran PEN masih tersisa Rp 192,49 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×