kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ini alasan BI pertahankan BI rate 7,5%


Kamis, 14 Agustus 2014 / 20:24 WIB
Posman Sibuea, Guru Besar Tetap Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Sumatera Utara.dok.pribadi


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Kamis (14/8) adalah mempertahankan suku bunga atawa BI rate pada level 7,5%. Kebijakan tersebut dianggap masih konsisten untuk mengarahkan inflasi serta menurunkan defisit transaksi berjalan.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan masih terdapat sejumlah risiko dari eksternal dan domestik yang perlu diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang diperkirakan relatif terbatas sehingga mendorong berlanjutnya penurunan harga komoditas.

Apalagi di sisi lain, pada eksternalnya terdapat sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai. "Antara lain normalisasi kebijakan The Fed," ujar Agus, Kamis (14/8). BI memperkirakan Bank Sentral Amerika The Fed akan menaikkan suku bunganya pada 2015 nanti.

Untuk ekonomi dalam negeri, terdapat permasalahan yang perlu diselesaikan yaitu neraca transaksi berjalan. Dalam hal transaksi berjalan, defisit pada triwulan II sebesar US$ 9,1 miliar atau 4,27% dari PDB. Nilai tersebut lebih kecil bila dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 10,1 miliar atau 4,47% dari PDB. Defisit tersebut perlu diperkecil dan diarahkan ke tingkat yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×