kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Inflasi Tahun 2022 Diproyeksi Lampaui Target BI, Ini Pendorongnya


Selasa, 26 April 2022 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Pedagang menjual sayur-mayur di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (4/4/2022). Inflasi Tahun 2022 Diproyeksi Lampaui Target BI, Ini Pendorongnya.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tingkat inflasi pada tahun 2022 dikhawatirkan melampaui target pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Adapun, target inflasi yang ditetapkan oleh otoritas fiskal dan moneter pada tahun ini adalah sebesar 2% year on year (yoy) hingga 4% yoy.

Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, inflasi pada tahun 2022 akan di atas 4% yoy. Menurut David, tingkat inflasi pada tahun ini dipengaruhi baik kondisi eksternal maupun kondisi di dalam negeri. 

“Ini tergantung dengan kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian, juga terkait dengan kebijakan di dalam negeri dan pergerakan harga-harga dalam negeri. Pada tahun ini, inflasi bisa ada di atas 4% yoy,” ujar David kepada Kontan.co.id, Selasa (26/4). 

David kemudian memerinci, faktor penyundut inflasi pada tahun ini dari eksternal adalah peningkatan harga-harga komoditas akibat perang Rusia dan Ukraina, serta yang terbaru adalah kuncitara yang terjadi di China. 

Baca Juga: Lebaran Sebentar Lagi, Momok Lonjakan Inflasi Menanti

Kuncitara yang dilakukan oleh China membuat kinerja manufaktur di negara tirai bambu tersendat. Imbasnya, akan mendorong terbatasnya pasokan bahan baku dan bahan setengah jadi yang kemudian akan meningkatkan harga kelompok tersebut. 

“Ini akan memengaruhi proses produksi negara dunia, termasuk Indonesia. Belum lagi, permintaan sudah meningkat, maka ini akan berpengaruh lebih tinggi ke inflasi,” tambah David. 

Sedangkan di dalam negeri, David menyoroti wacana peningkatan sejumlah harga oleh pemerintah, seperti kenaikan LPG 3 kg, bahan bakar minyak (BBM) pertalite, maupun tarif listrik. 

Bila kemudian pemerintah jadi mengerek harga-harga tersebut, maka akan ada peningkatan inflasi harga diatur pemerintah (administered prices) yang akan menambah tekanan pada inflasi umum. Menurut perkiraannya, tekanan inflasi akan makin dirasakan pada semester II-2022. 

Baca Juga: Dari Perbankan hingga Komoditas, Ini Sejumlah Sektor yang Menarik pada 2022

Dengan kondisi ini, David pun mengimbau pemerintah dan BI untuk melakukan revisi target inflasi dalam negeri. Namun, pemerintah dan BI diharapkan tidak berhenti berupaya dalam menjaga tingkat inflasi agar tidak meningkat signifikan. Salah satunya, dilakukan dengan menahan inflasi dalam negeri dan menjaga pasokan barang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×