kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Inflasi sepanjang 2019 terendah sejak 2012, sinyal pelemahan ekonomi?


Kamis, 02 Januari 2020 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. Pedagang daging sapi melayani konsumennya di pasar Senen, Jakarta, Senin (13/5).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, Josua juga memandang bahwa ini disebabkan turunnya harga minyak dunia sepanjang tahun 2019. Sehingga ini pun menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mempertahankan administered price.

Untuk selanjutnya, Ryan memandang bahwa pemerintah perlu memperhatikan kebijakan yang dibuat, terutama dari sisi fiskal.

Baca Juga: Begini upaya OJK tingkatkan peran pasar modal bagi pembangunan

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga diharapkan bisa membuat kebijakan moneter yang lebih pro pertumbuhan lagi dengan melihat kondisi ini.

"Identifikasi dengan berkaca pada kondisi inflasi sepanjang tahun 2019 ini sangat penting, oleh karena itu sebaiknya ada kebijakan moneter dan fiskal pada tahun 2020 yang bisa meningkatkan inflasi sehingga nantinya bisa pro pertumbuhan, diiringi dengan fully realxations," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×