kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi 2011 jauh dibawah asumsi makro APBN-P 2011


Senin, 02 Januari 2012 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. Foto udara Rabu (20/1/2021).


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Hingga penghujung tahun 2011, indeks harga konsumen atau inflasi masih terkendali di angka 3,79%. Angka ini jauh dibawah asumsi makro pemerintah dalam APBN-P 2011 yang sebesar 5,65%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Desember 2011 juga relatif rendah, hanya sebesar 0,57%.

Pelaksana tugas Kepala BPS, Suryamin mengatakan, andil inflasi bahan makanan selama tahun 2011 mencapai 0,84%. Angka itu turun dibandingkan andil bahan makanan terhadap inflasi selama tahun 2010 yang sebesar 3,5%. Dia menuturkan, tahun ini sumbangan inflasi banyak berasal dari dorongan sisi komponen inti. “Komponen inti 4,34%, sementara sumbangan dari harga yang diatur pemerintah hanya 2,78%,” ujarnya.

Secara umum, inflasi tahun ini mendapat andil dari kelompok bahan makanan 0,84%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,78%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,78%, kelompok sandang 0,52%, kelompok kesehatan 0,18%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,35% dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,34%. Sepanjang 2011 ini, memang laju inflasi terus terkendali dan tidak ada yang mencapai angka lebih dari 1% di tiap bulannya. “Paling tinggi saja di Agustus yaitu 0.93% dan kita mengalami deflasi tiga kali di tahun ini, makanya inflasi tahunan jadi rendah,” tambahnya.

Sementara itu untuk khusus inflasi Desember, BPS mencatat komponen inti Desember 2011 mengalami inflasi 0,28%, laju inflasi komponen inti tahun kalender dan year on year masing-masing sebesar 4,34%. “Dari 66 kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kupang yaitu 2,19% dan inflasi terendah terjadi di Tanjung Pinang yaitu 0,02%,” kata Suryamin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×