kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.186   27,00   0,15%
  • IDX 5.113   55,55   1,10%
  • KOMPAS100 660   8,69   1,33%
  • LQ45 521   5,42   1,05%
  • ISSI 170   0,55   0,33%
  • IDX30 293   2,72   0,94%
  • IDXHIDIV20 393   1,61   0,41%
  • IDX80 76   0,99   1,32%
  • IDXV30 110   0,35   0,32%
  • IDXQ30 98   0,08   0,08%

Industri pengolahan tumbuh 3,97% di kuartal II-2018


Senin, 06 Agustus 2018 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. INDUSTRI TEKSTIL


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi yang tumbuh 5,27% year on year (yoy) pada kuartal II-2018 disumbang oleh laju pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan yang tumbuh 3,97% (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meski lebih lambat dari kuartal I yang tumbuh 4,56%, sektor industri pengolahan berhasil mencatatkan pertumbuhan 3,50% di kuartal II-2018.

Ia mengatakan, pertumbuhan di sektor ini didukung oleh pertumbuhan pada lapangan usaha industri makanan dan minuman yang tumbuh 8,67% dari periode tahun sebelumnya yang hanya 6,48%.

“Hal ini didukung oleh peningkatan produksi crude palm oil (CPO),” kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (6/8).

Selain itu, industri tekstil dan pakaian jadi juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,39% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 3,78%. Hal ini, menurut Suhariyanto, didukung oleh permintaan domestik saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pertumbuhan juga dicatatkan oleh industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh sebesar 11,38% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 4,55%. Hal ini didukung oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. 

Industri alat angkutan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,10% pada kuartal II-2018 ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 0,61%. Hal ini didukung oleh peningkatan produksi sepeda motor. 

“Meski begitu, masih ada catatan yang harus diperhatikan, yaitu industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang kuartal II-2018 ini tumbuh -2,12%,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×