kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.043   35,00   0,19%
  • IDX 6.255   20,88   0,33%
  • KOMPAS100 823   4,29   0,52%
  • LQ45 627   3,50   0,56%
  • ISSI 216   0,58   0,27%
  • IDX30 352   2,04   0,58%
  • IDXHIDIV20 432   2,02   0,47%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 119   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,53   0,47%

Ekonomi tumbuh 5,27% di kuartal II-2018


Senin, 06 Agustus 2018 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan quarter to quarter (qtq) 4,21%.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 sebesar 5,27% year on year (yoy), dengan pertumbuhan quarter to quarter (qtq) 4,21%. Angka itu lebih tinggi dari kuartal pertama 2018 yang sebesar 5,06%.

Angka ini juga lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan proyeksi pemerintah yang masing-masing sebesar 5,15% dan 5,2% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, di kuartal kedua tahun ini, secara year on year, seluruh lapangan usaha tumbuh positif.

“Yang paling tinggi tumbuhnya adalah sektor jasa yang tumbuh 9,22%, tapi share-nya hanya sekitar 1%. Kedua, jasa perusahaan yang tumbuh 8% tapi sharenya juga kecil,” ujar Kepala BPS Suharitanto di Kantor BPS, Senin (6/8).

Ia merinci, dengan demikian sektor yang berkontribusi besar adalah industri pengolahan yang tumbuh 3,97% atau lebih tinggi dibanding kuartal II 2017 yang 3,5%. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja industri nonmigas yang tumbuh 4,41%. Industri nonmigas ini disumbang oleh sektor makanan minuman yang tumbuh 8,67% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

“Dari sektor usaha, sumbernya masih berasal dari industri pengolaham lalu perdagangan, dari pertanian, dan dari konstruksi. Industri pengolahan tumbuh paling tinggi 0,84%,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, yang tumbuhnya paling tinggi adalah konsumsi LNPRT yang tumbuh 8,71%. Sementara, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,14%. Meski demikian, ekspor tumbuh 7,70% lebih kecil dari pertumbuhan impor yang sebesar 15,17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×