kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.185   26,00   0,14%
  • IDX 5.114   57,23   1,13%
  • KOMPAS100 660   8,80   1,35%
  • LQ45 520   5,05   0,98%
  • ISSI 171   1,47   0,87%
  • IDX30 292   2,31   0,80%
  • IDXHIDIV20 393   1,58   0,40%
  • IDX80 76   0,94   1,24%
  • IDXV30 110   0,58   0,53%
  • IDXQ30 98   0,00   0,00%

Ekonomi tumbuh 5,27% di kuartal II-2018


Senin, 06 Agustus 2018 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan quarter to quarter (qtq) 4,21%.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 sebesar 5,27% year on year (yoy), dengan pertumbuhan quarter to quarter (qtq) 4,21%. Angka itu lebih tinggi dari kuartal pertama 2018 yang sebesar 5,06%.

Angka ini juga lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan proyeksi pemerintah yang masing-masing sebesar 5,15% dan 5,2% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, di kuartal kedua tahun ini, secara year on year, seluruh lapangan usaha tumbuh positif.

“Yang paling tinggi tumbuhnya adalah sektor jasa yang tumbuh 9,22%, tapi share-nya hanya sekitar 1%. Kedua, jasa perusahaan yang tumbuh 8% tapi sharenya juga kecil,” ujar Kepala BPS Suharitanto di Kantor BPS, Senin (6/8).

Ia merinci, dengan demikian sektor yang berkontribusi besar adalah industri pengolahan yang tumbuh 3,97% atau lebih tinggi dibanding kuartal II 2017 yang 3,5%. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja industri nonmigas yang tumbuh 4,41%. Industri nonmigas ini disumbang oleh sektor makanan minuman yang tumbuh 8,67% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

“Dari sektor usaha, sumbernya masih berasal dari industri pengolaham lalu perdagangan, dari pertanian, dan dari konstruksi. Industri pengolahan tumbuh paling tinggi 0,84%,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, yang tumbuhnya paling tinggi adalah konsumsi LNPRT yang tumbuh 8,71%. Sementara, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,14%. Meski demikian, ekspor tumbuh 7,70% lebih kecil dari pertumbuhan impor yang sebesar 15,17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×