kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.541   11,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Indonesia yang lebih baik versi BI


Jumat, 16 Agustus 2013 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Kandungan ceramide yang memiliki manfaat baik bagi kulit biasanya terkandung dalam pelembab atau moisturizer.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Indonesia akan memasuki umurnya yang ke-68. Pada peringatan hari kemerdekaan yang akan berlangsung besok, (17/8), Bank Indonesia (BI) memiliki harapan terhadap kemajuan Indonesia yang lebih baik.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, Indonesia harus memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan terjaga. Tadinya, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 bisa mencapai 6%. Namun melihat kondisi perekonomian dunia yang turun, BI pun merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi menjadi 5,8%.

"Sebenarnya saya sedih bila pertumbuhan ekonomi hanya 6%. Apalagi cuma di bawahnya," aku Perry, Jumat, (16/8).

Meski begitu, ia bersyukur bahwa Indonesia terbilang cukup baik dibandingkan perlambatan di negara lain. Tadinya, China diprediksi bisa bertumbuh 8,2%. Angka itu lantas turun jadi 7,5%. Kemudian, India pun mengalami penurunan dari 6,1% menjadi 5,9%.

Perry bercita-cita, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 6,5%. Bahkan bila mungkin, ia ingin perekonomian mampu naik hingga 6,7%. Karena dengan peningkatan yang ekonomi lebih baik akan dapat menciptakan lapangan kerja lebih banyak.

Ini pun akan mewujudkan cita-cita para pejuang kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Pasalnya, mereka menginginkan Indonesia yang maju dan makmur. "Gemah ripah loh jinawi," tandas Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×