kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Indonesia tawarkan proyek percepatan pembangunan untuk Turki


Selasa, 05 April 2011 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Beberapa pesawat dari Carrier Air Wing 5 terbang dalam formasi di atas kapal induk milik Angkatan Laut USS Ronald Reagan di Laut China Selatan pada 9 Oktober 2019.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kedatangan Presiden Turki Abdullah Gul ke Indonesia benar-benar dimanfaatkan untuk menarik minat investasi. Buktinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka mengundang para pengusaha Turki bisa berkontribusi di percepatan pembangunan 6 koridor Indonesia.

"Kami undang sahabat negara di Turki to join us dalam pengembangan ekonomi di Indonesia," kata Presiden SBY dalam pidatonya di Forum Bisnis Turki-Indonesia, Ritz Carlton, Selasa (5/4).

Presiden SBY menyebutkan untuk percepatan pembangunan di 6 koridor membutuhkan dana sebesar US$ 300 miliar dalam jangka waktu 15 tahun ke depan. "Dunia usaha kami sudah komitmen di US $200 miliar," paparnya.

Dalam kesempatan kali ini, Presiden SBY bersama Presiden Abdullah Gul mendeklarasikan new chapter hubungan bilateral Indonesia-Turki. Dalam arti meningkatkan hubungan kedua negara dengan meningkatkan GDP kedua negara. Saat ini total GDP kedua negara sudah mencapai US$ 1,5 triliun, di mana GDP Indonesia US$ 700 miliar dan Turki US$ 800 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×