kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Indonesia resesi ekonomi, jumlah pengangguran bertambah 2 juta orang lebih


Kamis, 05 November 2020 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. Indonesia resesi ekonomi, jumlah pengangguran bertambah 2 juta orang lebih.KONTAN/BAihaki/11/9/2020


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indonesia resmi masuk jurang resesi ekonomi. Bersamaan dengan resesi ekonomi di Indonesia, jumlah pengangguran juga melonjak.

Indonesia mengalami resesi ekonomi setelah mengalami pertumbuhan minus dua kuartal secara berturut-turut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49% pada kuartal III-2020 secara year on year (yoy). Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,3% (yoy).

Seiring resesi ekonomi, BPS mencatat jumlah pengangguran periode Agustus 2020 meningkat pesat. Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang atau mencapai 7,07% dari seluruh angkatan kerja.

Sebelumnya, pada Agustus 2019 jumlah pengangguran di Indonesia hanya 7,10 juta orang atau mencapai 5,23% dari total angkaran kerja.

Baca juga: Daftar potongan harga mobil baru November 2020, Avanza, Livina, Xpander dll

Penyumbang kenaikan pengangguran di Indonesia paling besar berasal dari perkotaan yang mencapai 8,98%. Sedangkan tingkat pengangguran di perdesaan hanya 4,71%.

BPS juga mencatat, berdasarkan lapangan pekerjaan, sektor pertanian masih mendominasi sebagai lahan pekerjaan, dengan kontribusi sebesar 29,76%. Kemudian sektor perdagangan menyumbang sebesar 19,23% dan industri pengolahan sebesar 13,61%.

Selanjutnya: Indonesia resesi ekonomi, inilah cara hemat pengeluaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×