Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia berhasil naik ke peringkat kedua sebagai Muslim Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai capaian tersebut membuka peluang untuk menggarap pasar wisata Muslim global yang diproyeksikan bernilai hingga US$ 310 miliar pada 2030.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan Indonesia berhasil memperbaiki posisinya setelah pada tahun sebelumnya berada di peringkat kelima. Dalam penilaian GMTI 2026, Indonesia juga mencatat skor 79, tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam ajang tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Tak Naikkan Pajak, Kini Giliran Tarif PNBP yang Melonjak
"Hal ini menjadi sebuah kebanggaan karena Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan Indonesia memperoleh skor 79, menjadi pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI," ujar Widiyanti konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Peningkatan Daya Saing Pariwisata Nasional di Kantor Bakom RI, Rabu (15/7/2026).
Menurut Widiyanti, peningkatan peringkat tersebut mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.
Ia mengatakan, capaian tersebut didukung sejumlah langkah yang dilakukan Kemenpar bersama para mitra. Dari sisi promosi, pemerintah memperkuat pemasaran melalui penyediaan halaman khusus pariwisata ramah Muslim pada platform Visit Indonesia.
Sementara dari sisi penguatan ekosistem, Kemenpar bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata serta meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) bersama Bank Indonesia sebagai acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam meningkatkan daya saing destinasi.
Selain itu, Kemenpar juga melakukan pemetaan destinasi wisata ramah Muslim secara nasional berdasarkan aspek aksesibilitas, atraksi, dan amenitas (3A).
Pemerintah juga terus mendorong implementasi panduan wisata ramah Muslim guna meningkatkan standar layanan di berbagai destinasi.
Baca Juga: Kunjungan Wisman Tembus 6,07 Juta hingga Mei 2026, Kemenpar Yakin Target Tercapai
Widiyanti menilai, pengembangan wisata ramah Muslim memiliki prospek besar seiring pertumbuhan pasar global. Berdasarkan proyeksi GMTI, jumlah wisatawan Muslim diperkirakan mencapai 208 juta orang pada 2026 dan meningkat menjadi 262 juta orang pada 2030 dengan nilai pasar mencapai US$310 miliar.
"Pasar wisata ramah Muslim merupakan salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat," katanya.
Untuk memperluas jangkauan promosi, Kemenpar juga mengajak masyarakat memanfaatkan halaman khusus pariwisata ramah Muslim yang tersedia di platform Visit Indonesia sebagai referensi destinasi dan layanan wisata halal di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
