kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indonesia Masih Dibanjiri Impor Pangan, Beras Paling Melonjak


Selasa, 17 September 2024 / 13:25 WIB
Indonesia Masih Dibanjiri Impor Pangan, Beras Paling Melonjak
ILUSTRASI. impor gandum dan meslin, gula dan beras sumbang 5,07% terhadap total impor non migas.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perkembangan impor beberapa komoditas pangan pada periode Januari hingga Agustus 2024.

Adapun impor gandum dan meslin, gula dan beras menyumbang 5,07% terhadap total impor non migas.

Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan impor gandum dan meslin hingga Agustus 2024 mengalami kenaikan 3,84% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hingga Agustus 2024, Indonesia sudah mengimpor gandum dan meslin sebesar 8,44 juta ton atau senilai US$ 2,56 miliar. 

Baca Juga: Impor Beras Melonjak hingga Agustus 2024, Paling Banyak dari Thailand

"Andilnya sebesar 2,01% dari total impor non migas di Indonesia," ujar Pudji dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (19/7).

Pudji menyebut, impor gandum dan mesin paling banyak berasal dari Australia yang mencapai 2,27 juta ton atau senilai US$ 707,39 juta.

Sementara itu, impor gula selama delapan bulan pertama 2024 mengalami peningkatan 5,53% secara tahunan. Sepanjang periode tersebut, Indonesia mengimpor gula sebesar 3,38 juta ton atau senilai US$ 2,00 miliar.

Adapun berdasarkan negara asalnya, impor gula paling banyak berasal dari Brasil sebesar 1,96 juta ton atau senilai US$ 1,15 milia5.

Kemudian, impor beras mengalami lonjakan hingga 121,34% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: BPS: Surplus Neraca Perdagangan Agustus 2024 Capai US$ 2,90 Miliar

Hingga Agustus 2024, Indonesia sudah mengimpor gula sebesar 3,05 juta ton atau senilai US$ 1,91 miliar. Adapun, impor beras paling banyak berasal dari Thailand sebesar 1,13 juta ton atau senilai US$ 734,78 juta. 

"Negara asal impor beras tertinggi adalah Thailand," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×