kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Indonesia Incar Dana Kelautan


Rabu, 16 Desember 2009 / 10:08 WIB


Reporter: Amal Ihsan Hadian | Editor: Tri Adi

KOPENHAGEN. Anggota Delegasi Indonesia yang mengurusi masalah kelautan Hendra Yusran mengatakan, untuk memasukkan sektor kelautan sebagai bagian dari sektor yang bisa diperdagangkan dalam mekanisme jual-beli karbon untuk mengurangi emisi, masih merupakan target jangka panjang.

Saat ini, target Pemerintah RI semata adalah memasukkan kelautan dan pesisir dalam rancangan teks hasil negosiasi, sebagai bagian dari ekosistem yang rentan terhadap perubahan iklim. "Dengan begitu, kelak bisa mendapatkan dana untuk adaptasi dari negara maju," kata Hendra.

Ada tiga rancangan teks negosiasi yang diincar Indonesia.

Pertama, Delegasi Indonesia menginginkan kata-kata marine and coastal dimasukkan sebagai bagian dari ekosistem yang rentan terhadap perubahan iklim dalam draf teks visi bersama.

Kedua, kata marine and coastal dimasukkan sebagai salah satu sektor prioritas untuk program adaptasi dalam draf teks adaptasi untuk perubahan iklim.

Ketiga, kelautan dimasukkan ke dalam sektor yang berhak mendapat transfer teknologi dalam draf teks transfer teknologi dan penguatan kapasitas. "Kami selalu melakukan intervensi untuk memasukkan kata marine and coastal," ujar Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×