kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.827   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Presiden COP Minta Indonesia Jembatani Kebuntuan


Rabu, 16 Desember 2009 / 09:55 WIB


Reporter: Amal Ihsan Hadian | Editor: Tri Adi

KOPENHAGEN. Indonesia ditunjuk menjadi fasilitator dalam rapat konsultasi informal tingkat menteri di Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (COP) ke-15 di Kopenhagen, Denmark. Presiden COP ke-15 Connie Hedegaard menunjuk Indonesia menjembatani kebuntuan negosiasi dalam Kelompok Kerja Protokol Kyoto (AWG-KP).

Juru bicara Delegasi Indonesia Tri Tharyat bilang, Ketua Delegasi Indonesia Rachmat Witoelar ditunjuk karena kredibilitas dan pengalamannya sebagai bekas Presiden COP ke-13 di Bali yang terbukti mampu menjembatani negara-negara maju dan berkembang. "COP 13 menghasilkan Bali Road Map yang berhasil menetapkan tenggat dua tahun untuk menghasilkan pakta global jangka panjang untuk perubahan iklim," katanya, Selasa (15/12).

Ada dua kelompok negosiasi besar dalam COP ke-15. Pertama, AWG-KP yang berusaha menghasilkan keputusan legally binding commitment untuk pemangkasan emisi karbon bagi negara maju. Kedua, Kelompok Kerja Kesepakatan Kerjasama Jangka Panjang (AWG-LCA) yang meminta komitmen dana dari negara maju. Di sisi lain, negara maju berniat mengubur Protokol Kyoto dengan mengulur pembicaraan soal komitmen pengurangan emisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×