kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.888   30,00   0,17%
  • IDX 6.084   -33,06   -0,54%
  • KOMPAS100 792   -2,24   -0,28%
  • LQ45 597   -2,49   -0,41%
  • ISSI 211   -2,50   -1,18%
  • IDX30 338   -1,18   -0,35%
  • IDXHIDIV20 413   -2,12   -0,51%
  • IDX80 90   -0,39   -0,44%
  • IDXV30 111   -0,84   -0,75%
  • IDXQ30 108   -0,49   -0,45%

Indonesia-Filipina Jajaki Kemitraan di Sektor Mineral Untuk Baterai EV


Kamis, 07 September 2023 / 14:12 WIB
Indonesia-Filipina Jajaki Kemitraan di Sektor Mineral Untuk Baterai EV
ILUSTRASI. Pemasangan banner logo KTT ASEAN di tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (3/9/2023).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Filipina menjajaki kemitraan untuk baterai kendaraan listrik atawa electric vehicle (EV). Kesepakatan tersebut di ambil dalam pertemuan meja bundar Indonesia-Filipina digelar di sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta. 

"Indonesia dan Filipina sama-sama memegang posisi penting di dunia global pasar mineral, terutama  ekspor komoditas mineral yang digunakan dalam produksi baterai untuk EV," kata Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), Arsjad Rasjid, Rabu (6/9). 

Kedua negara juga menjajaki kerja sama di sektor pertanian dan pengembangan UMKM. Namun, Arsjad tidak merinci berapa potensi kerja sama kedua belah pihak negara. 

Baca Juga: ASEAN Ajak India Tanggulangi Illegal Fishing dan Kembangkan Ekonomi Biru

Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Romualdez Marcos Jr menyampaikan bahwa Filipina fokus memaksimalkan potensi perdagangan dan investasi.

“Filipina juga akan fokus pada produksi energi terbarukan dan tetap menjadikan pertanian sebagai prioritas nomor satu untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Dia mengungkapkan, salah satu rencana pengembangan sektor pertanian adalah dengan memberikan vaksin pada ternak untuk melawan penyakit, memastikan penyediaan pasokan, dan hilirisasi ke energi terbarukan. 

Pertemuan Meja Bundar Indonesia-Filipina membahas tiga topik, yaitu nanopreneurship, kemitraan ekonomi mineral  bernilai tambah, dan pengembangan UMKM pertanian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×