kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Indonesia akan banjir pengangguran intelek?


Selasa, 02 September 2014 / 08:36 WIB
ILUSTRASI. Suasana Situ Lengkong di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.#jelajahekonomidesa Foto KONTAN/Fransiscus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pengamat ekonomi Aviliani memprediksi, Indonesia akan kebanjiran pengangguran lulusan perguruan tinggi pada tahun 2020 mendatang. Dia menyebut hal itu sebagai pengangguran intelek.

"Kita akan banyak pengangguran intelek karena sekarang pendidikan gratis. Nah yang sulit itu kesempatan kerjanya," ujar Aviliani di Jakarta, Senin (1/9). 

Dia menambahkan, meskipun pengangguran terdidik akan semakin banyak, pemerintah bisa membuat kebijakan yang strategis yaitu melakukan sertifikasi pekerja. Dengan melakukan itu, dia yakin pekerja Indonesa mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain.

Selain itu, dia juga mengusulkan agar proses sertifikasi pekerja tidak dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melainkan oleh Kementerian Pendidikan. Menurut dia, sertifikasi pekerja justru harus dilakukan sejak masa pendidikan. 

"Orang lain malah bisa nanti bekerja kesini, kita harus sertifikasi. Mestinya sertifikasi di pendidikan. Sertifikat itu kan seharusnya ketika sekolah. Kalau tidak ada kebijakan yang berkesinambungan, pengangguran ini bisa jadi masalah jangka menengah dan panjang," kata dia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×