kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indef: Surplus neraca dagang 2020 bisa terwujud dengan perluas pasar ekspor


Jumat, 17 Januari 2020 / 21:10 WIB
Indef: Surplus neraca dagang 2020 bisa terwujud dengan perluas pasar ekspor
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Sementara untuk ke depannya bila memang neraca dagang pada tahun 2020 bisa mengalami surplus, Bhima mengimbau agar pemerintah dan BI untuk waspada karena bila kondisinya masih berlanjut, impor yang merosot tersebut malah bisa menjadi peringatan bagi sektor industri yang tertekan.

Baca Juga: BPS: Nilai ekspor bulan Desember 2019 meningkat 3,77%

Oleh karenanya, dalam menciptakan surplus neraca dagang yang berkualitas perlu adanya dorongan dari sisi ekspor, terutama ekspor non migas. Bhima merasa perlunya Indonesia menambah pasar ekspor non migas ke negara non tradisional.

Selain itu, untuk memperkecil tekanan dari impor minyak, pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan kilang.

Seperti yang diketahui pun, saat ini Indonesia telah menerapkan program mandatori campuran biodiesel 30% dan 70% Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar alias B30. Ini pun dipandang Bhima sebagai salah satu usaha yang bisa menekan impor minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×