kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.951   40,00   0,22%
  • IDX 6.323   -11,15   -0,18%
  • KOMPAS100 831   -4,85   -0,58%
  • LQ45 628   -4,71   -0,75%
  • ISSI 219   1,02   0,47%
  • IDX30 353   -3,43   -0,96%
  • IDXHIDIV20 435   -5,72   -1,30%
  • IDX80 95   -0,47   -0,49%
  • IDXV30 119   -0,19   -0,16%
  • IDXQ30 113   -1,44   -1,26%

Indef: Beban bunga utang pemerintah diprediksi semakin meningkat ke depannya


Minggu, 19 April 2020 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Indef sebut beban bunga utang pemerintah diprediksi semakin meningkat ke depannya


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai dengan Maret 2020, pemerintah telah membelanjakan sebesar Rp 134,9 triliun untuk belanja non-Kementerian/Lembaga (K/L). Jumlah tersebut setara dengan 17,4% dari pagu (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) APBN 2020 senilai Rp 773,9 triliun.

Belanja non-K/L pada periode ini tumbuh sebesar 2,2% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 132 triliun. Untuk belanja non-K/L sendiri, ditunjang oleh pembayaran bunga utang dan juga belanja subsidi.

Baca Juga: Penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 95,9 triliun, disokong dividen bank BUMN

Adapun realisasi pembayaran bunga utang pemerintah pada periode Januari-Maret 2020 mencapai Rp73,84 triliun, di mana telah memenuhi 25% dari pagu APBN 2020 sebesar Rp 295,2 triliun. Bila diteliti, capaian ini tumbuh 4,6% dari realisasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 70,6 triliun.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama mengatakan, beban bunga utang pemerintah ke depannya sangat mungkin akan mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya utang yang dilakukan oleh pemerintah.

Terlebih, kebutuhan pemerintah untuk menanggulangi dampak wabah virus Corona, membuat defisit APBN tahun ini diperkirakan akan mencapai 5,7% dari produk domestik bruto (PDB).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×