kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.801   -29,00   -0,17%
  • IDX 8.262   130,16   1,60%
  • KOMPAS100 1.166   20,36   1,78%
  • LQ45 838   8,57   1,03%
  • ISSI 295   6,66   2,31%
  • IDX30 435   3,63   0,84%
  • IDXHIDIV20 518   -0,43   -0,08%
  • IDX80 130   2,04   1,59%
  • IDXV30 142   0,91   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,07   -0,05%

Impor Gula Rafinasi Bakal Dihentikan


Jumat, 23 Juli 2010 / 10:08 WIB
Impor Gula Rafinasi Bakal Dihentikan


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Impor gula rafinasi bakal berhenti. Panitia Kerja Gula Rafinasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah meminta pemerintah mensetop praktek membeli gula rafinasi dari luar negeri itu.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Gula Rafinasi Aria Bima Komisi VI DPR memastikan penghentian impor gula rafinasi. Sebab, dia mengatakan jumlah produksi industri gula lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan bahkan ada kelebihan produksi.

Panja memastikan hal tersebut setelah menggelar rapat tertutup dengan pemerintah dan pengusaha gula sejak dua hari yang lalu. Hasilnya, kebutuhan gula rafinasi hanya sebanyak 2,7 juta ton per tahun. Padahal, saat ini kapasitas produksi pabrik gula lokal mencapai 3 juta ton per tahun. “Ini sudah jelas, kita tidak perlu impor rafinasi lagi,” kata Aria Bima, Jumat (23/7).

Kapasitas produksi tersebut hanya berasal dari delapan pabrik gula. Sementara, kabar dari asosiasi gula akan ada tambahan dua pabrik gula. “Diperkirakan, kapasitasnya bisa mencapai 4 juta ton,” terang Aria.

Makanya, Aria bilang, hasil pertemuan tersebut akan menjadi laporan sementara ke Komisi VI DPR. “Kami ingin, laporan tersebut menjadi perintah wajib bagi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk menghentikan impor gula rafinasi,” kata Aria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×