kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Impor beras tergantung penyerapan Bulog


Kamis, 05 Januari 2012 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,89% atau 118,40 poin ke 6.140,17 pada Selasa (26/1).


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono menegaskan sejauh ini belum ada kepastian impor beras untuk tahun 2012 ini. Sebab, impor atau tidaknya sangat tergantung dengan kemampuan penyerapan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Menurut Suswono, situasi iklim tahun 2012 diperkirakan normal meski cuaca bisa ekstrem. Dengan kondisi seperti ini target produksi beras mencapai 72 juta ton tambah gabah kering giling.

"Kalau Bulog optimal bisa serap 3,7 juta ton beras saya yakin tak perlu impor lagi," katanya.

Sebagai informasi, pemerintah sejauh ini memutuskan hanya membolehkan beras impor yang masuk merupakan sisa stok impor 2011(carry over), yang rencananya masuk pada Januari dan awal Februari mendatang.

Penghentian impor beras dilakukan menyusul mulai masuknya musim panen raya. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, panen raya pertama hasil musim tanam Oktober 2011-Maret 2012 mulai berlangsung bulan Januari ini.

Selama panen raya, pemerintah meminta Perusahaan Umum Bulog menghentikan impor beras dan fokus menyerap beras dan gabah lokal. Guna memantau kesiapan Bulog menyerap hasil panen. Meski tidak ada impor, pemerintah meminta Bulog menyiapkan stok beras hingga akhir tahun ini minimal sebanyak 2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×