kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Impor Barang Konsumsi dan Bahan Baku Turun


Rabu, 01 Oktober 2025 / 13:29 WIB
Impor Barang Konsumsi dan Bahan Baku Turun
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor barang konsumsi dan bahan baku penolong mengalami kontraksi berdasarkan data Januari hingga Agustus 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor barang konsumsi dan bahan baku penolong mengalami kontraksi berdasarkan data Januari hingga Agustus 2025.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M.Habibullah menyampaikan, impor barang konsumsi secara kumulatif mencapai US$ 14,09 miliar.

“Impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar 2,85% (dibandingkan periode sama tahun lalu),” tutur Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: BPS: Impor Indonesia Januari-Agustus 2025 Tembus US$ 155,99 Miliar

Selanjutnya, impor bahan baku penolong juga mengalami penurunan, atau mencapai US4 110,57 miliar, alias turun 1,09% dari periode sama tahun lalu.

Adapun untuk impor barang modal mengalami peningkatan sebesar 17,94% dari periode sama tahun lalu atau mencapai US$ 31,32 miliar.

“Impor barang modal ini didorong oleh mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), serta kapal perahu dan struktur terapung (HS 89), serta kendaraan udara dan bagiannya (HS 88),” ungkapnya.

Sebagai informasi, kinerja impor sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai US4 155,99 miliar, atau naik 2,05% dari periode sama tahun lalu. Impor barang modal memberikan andil terbesar atau mencapai 3,12%.

Baca Juga: BPS: Kinerja Ekspor Indonesia Hingga Agustus 2025 Tembus US$ 185,13 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×