CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.559   30,00   0,17%
  • IDX 6.653   -25,68   -0,38%
  • KOMPAS100 875   -1,45   -0,17%
  • LQ45 661   -2,93   -0,44%
  • ISSI 233   -0,66   -0,28%
  • IDX30 367   -2,10   -0,57%
  • IDXHIDIV20 456   -1,34   -0,29%
  • IDX80 100   -0,12   -0,13%
  • IDXV30 128   0,38   0,30%
  • IDXQ30 117   -0,70   -0,59%

Imbal dagang pembelian Sukhoi Su-35 tidak berjalan mulus


Senin, 13 Agustus 2018 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. Jokowi Tinjau Pesawat Sukhoi Milik TNI AU


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalannya kesepakatan imbal dagang antara hasil perkebunan Indonesia dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35 dengan pihak Rusia tidak berjalan mulus. Pasalnya, masih menemui ketidakcocokan dengan jumlah komoditas dagang.

Jumlah komoditas yang diminta Rusia masih di bawah permintaan Indonesia. "Kendalanya mereka minta 10 komoditas, kita mau 20 komoditas," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan saat konferensi pers, Senin (13/8).

Komoditas tersebut pun diakui oleh Kemdag masih menjadi pertimbangan. Pasalnya beberapa komoditas yang ditawarkan telah diproduksi oleh Rusia.

Oke mencontohkan komoditas baju tentara yang ditawarkan oleh Indonesia. Ia bilang komoditas itu juga diproduksi di Rusia.

Meski demikian, pemerintah dengan Rusia terus mencari titik temu. "Draft dari Rusia sudah disampaikan, counter draft ke Rusia juga sudah disampaikan," terang Oke.

Asal tahu, dalam kesepakatan pembelian 11 pesawat Sukhoi Su-35, Indonesia dan Rusia menggunakan sistem imbal beli.

Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50% dari harga Sukhoi Su-35 tersebut atau senilai US$ 570 juta. Adapun produk yang ingin dibeli oleh Rusia dari Indonesia adalah karet, teh, kopi dan kelapa sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×