Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan akan mendalami soal potensi pidana terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen, selama dua hari kemarin.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, kasus terkait saham ini menjadi salah satu fokus dari direktoratnya.
Baca Juga: KPK Ungkap Alasan Belum Tahan Gus Yaqut Meski Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
"Pasti, dan beberapa perkara terkait dimaksud sudah menjadi konsen penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri untuk ditangani dan bahkan sudah P21 serta sedang bergulir persidangannya saat ini. Saat ini pun, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa," kata Ade, saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Ade memastikan, Polri akan mengusut setiap kasus secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kami jamin penyidikan atas perkara tersebut akan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel," tutur dia.
Meski begitu, ia belum bicara banyak soal detail pengusutan yang dilakukan Dittipideksus Bareskrim. Ia mengatakan, informasi lanjutan akan disampaikan menyusul.
Baca Juga: Gus Yahya Sebut Konsesi tambang NU Belum Memberikan Hasil
"Nanti kita update jika sudah kami ungkap yang sedang kami tangani," ucap Ade.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham selama dua hari berturut-turut menyusul anjloknya IHSG hingga menembus 8 persen.
Penghentian perdagangan atau trading halt diterapkan dua kali, yakni pada Rabu (28/1/2026) dan kembali pada Kamis (29/1/2026) pagi.
Terkait anjloknya IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau para investor untuk tidak memilih saham-saham gorengan karena pasti akan langsung merosot harga sahamnya di tengah kondisi IHSG saat ini.
Saham gorengan adalah istilah untuk saham dengan fundamental lemah dan harganya bergerak secara tidak wajar karena digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memanipulasi pasar.
Baca Juga: Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Bakal Lebih Besar, Ekonomi Kuartal I Mampu Melejit?
Harga saham gorengan dapat melonjak drastis dalam waktu singkat tanpa dasar kinerja, lalu tiba-tiba anjlok kembali sehingga menciptakan risiko tinggi bagi investor ritel.
"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan," kata Purbaya, saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2026).
Dia juga menyarankan investor untuk beralih ke saham blue chip agar tidak mengalami kerugian lebih lanjut. Untuk diketahui, saham blue chip adalah saham perusahaan besar dengan fundamental kuat.
Di Indonesia, saham ini umumnya masuk dalam indeks LQ45. "Yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari saja ke situ," ujar dia.
Selanjutnya: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses
Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













