kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

IHS Markit: Peningkatan kasus Covid-19 menekan performa industri manufaktur


Senin, 01 Maret 2021 / 10:37 WIB
IHS Markit: Peningkatan kasus Covid-19 menekan performa industri manufaktur
ILUSTRASI. Industri manufaktur


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri manufaktur nampak goyah di bulan Februari 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan laporan sebesar 50,9 atau turun dari 52,2 pada bulan Januari 2021.

Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker mengatakan, turunnya indeks manufaktur ini tak lepas dari jumlah kasus Covid-19 yang meningkat, sehingga mengganggu operasional.

Namun, ia melihat kinerja sektor manufaktur Indonesia di bulan laporan masih cukup kuat. “Sektor manufaktur masih relatif tangguh pada bulan Februari 2021, hanya mengalami perlambatan pertumbuhan dalam output dan pesanan baru,” jelas Harker, Senin (1/3).

Terperinci, produksi meningkat selama empat bulan berturut-turut, sehingga output dari perusahaan pun meningkat. Namun, peningkatannya pada laju sedang dan tergolong paling lemah pada bulan Februari 2021 tersebut.

Baca Juga: Kehilangan momentum, indeks manufaktur RI turun ke level 50,9 pada Februari

Meski perusahaan tetap meningkatkan output seiring dengan permintaan baru, tetapi beberapa perusahaan mencatat adanya gangguan produksi akibat pandemi Covid-19.

Seiring dengan pertumbuhan produksi yang lebih lambat ini, menunjukkan bahwa stok barang jadi menurun, setelah kenaikan pada bulan Januari 2021 lalu.

Permintaan baru juga terpantau meningkat tajam pada bulan Februari 2021, setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Namun, bisnis ekspor baru terus-menurun.

Kemudian, peningkatan output dan permintaan baru saat ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian dan membatasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Lebih lanjut, Harker mengatakan optimisme perusahaan terkait perkiraan tahun depan masih tidak berkurang. Ini juga seiring dengan harapan pandemi akan segera berakhir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×