kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Kehilangan momentum, indeks manufaktur RI turun ke level 50,9 pada Februari


Senin, 01 Maret 2021 / 09:43 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di pabrik perakitan mobil. 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri manufaktur tampak goyah di bulan Februari 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan laporan sebesar 50,9 atau turun dari 52,2 pada bulan Januari 2021.

“Pertumbuhan manufaktur Indonesia kehilangan momentum pada bulan Februari di tengah gangguan akibat pandemi penyakit Covid-19,” ujar IHS Markit dalam laporannya, Senin (1/3).

Meski demikian, IHS Markit tetap melihat adanya peningkatan output dan permintaan baru. Pekerjaan pun mendekati stabil.

Terperinci, produksi meningkat selama empat bulan berturut-turut, sehingga output dari perusahaan pun meningkat. Namun, peningkatannya pada laju sedang dan tergolong paling lemah pada bulan Februari 2021 tersebut.

Baca Juga: Mengekor bursa regional, IHSG melaju di zona hijau 0,58% pada awal perdagangan Senin

Meski perusahaan tetap meningkatkan output seiring dengan permintaan baru, tetapi beberapa perusahaan mencatat adanya gangguan produksi akibat pandemi Covid-19.

Seiring dengan pertumbuhan produksi yang lebih lambat ini, menunjukkan bahwa stok barang jadi menurun, setelah kenaikan pada bulan Januari 2021 lalu.

Permintaan baru juga terpantau meningkat tajam pada bulan Februari 2021, setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Namun, bisnis ekspor baru terus menurun.

Kemudian, peningkatan output dan permintaan baru saat ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian dan membatasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pekerjaan memang menurun selama 12 bulan berjalan, tetapi pada laju yang paling rendah pada periode ini. Beberapa perusahaan yang menurunkan tingkat staf menunjukkan PHK cenderung bersifat sementara. Penumpukan pekerjaan turun pada laju paling lambat dalam 12 bulan,” kata IHS Markit.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×