kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

ICED: Indonesia kalah bersaing di ASEAN dan dunia


Jumat, 15 September 2017 / 16:36 WIB
ICED: Indonesia kalah bersaing di ASEAN dan dunia


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini menjadi kunci keberhasilan bangsa. Indonesia membutuhkan strategi percepatan pembangunan berbasis TIK supaya dapat meningkatkan daya saing secara global.

"Dewasa kini Indonesia menghadapi kemunduran baik itu di bidang pendidikan, kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan lainnya sehingga daya saing bangsa Indonesia baik di tingkat regional ASEAN, terlebih di tingkat dunia masih kalah bersaing dengan negara lain," ujar Founder Indonesia Competitiveness dan Economic Development (ICED) Institute Jimmy Gani di Kampus IPMI, Kalibata, Jumat (15/9).

Jimmy menambahkan bahwa ICED hadir sebagai lembaga riset penelitian dan pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan peningkatan daya saing bangsa khususnya dalam bidang ekonomi, keuangan dan teknologi.

"Diharapkan kedepan ICED akan menjadi lembaga riset dan pendidikan terdepan dalam memberikan solusi dan strategi memajukan tingkat daya saing Indonesia," tutur Jimmy. 

Catatan saja, mengutip akun LinkedIn, Jimmy merupakan Executive Director & CEO IPMI International Business School, Founder and Chairman PFI Group dan Senior Advisor GMF. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×