Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Salah satu langkah awal yang ditempuh adalah membentuk tim khusus untuk menghitung dampak kerusakan secara menyeluruh.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, proses pendataan masih terus berjalan dan akan semakin lengkap seiring waktu.
“Hari ini baru terkumpul sebagian. Semakin hari, semakin waktunya berjalan, ini semakin lengkap dan semakin sempurna,” kata Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi secara daring, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut
Selain pembentukan tim assessment, BNPB juga menginstruksikan jajaran di daerah untuk mempercepat penanganan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah menjangkau masyarakat terdampak dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
BNPB meminta kepala pelaksana BPBD provinsi dan kabupaten/kota bersama TNI dan Polri segera turun langsung ke lokasi terdampak. Petugas juga diminta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Di sisi lain, apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian,” ujarnya.
Di saat yang sama, upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan menyusul adanya laporan korban jiwa serta kemungkinan masih adanya korban yang perlu dievakuasi.
Suharyanto menegaskan, pemerintah pusat akan segera turun langsung ke wilayah terdampak guna memastikan penanganan berjalan optimal.
“Sesuai petunjuk Bapak Presiden lewat Sekretaris Kabinet, kami tim gabungan dari pusat di bawah koordinasi BNPB ini akan segera hadir, baik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” tegas dia.
Baca Juga: Prabowo Gerak Cepat Tangani Gempa Sulut–Malut, Evakuasi Warga Diprioritaskan
Setibanya di lokasi, tim gabungan akan langsung melakukan rapat lanjutan untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih rinci dan terkoordinasi dengan seluruh pihak di daerah.
“Ini adalah rapat awal nanti sesampainya kami disana kita akan rapat lebih rinci dan detail untuk membahas, untuk menemukan dan untuk menyelesaikan segala permasalahan penanggulan bencana yang ada di daerah,” kata Suharyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













