kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Hiswana Migas pertanyakan efektifitas pembatasan BBM subsidi pada plat kuni


Rabu, 19 Januari 2011 / 09:15 WIB


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi mempertanyakan efektifitas kebijakan pembatasan volume BBM bersubsidi untuk kendaraan umum berdasarkan trayek. "Mudah nggak implementasinya, apakah sesederhana itu," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (18/1).

Dia mengatakan, mestinya operator SPBU tidak dibebankan lagi dengan tugas untuk memilah-milah kendaraan umum yang layak menerima BBM bersubsidi. "Karena petugas operator hanya melayani konsumen sesuai yang mereka butuhkan,"ujarnya.

Terkait penggunaan alat kendali RFID (Radio Frequency Identification) menurutnya, itu pernah diuji coba tetapi ternyata tidak efektif. "Radio itu tidak berhasil, terjadi antrian di SPBU," ujarnya. Demikian juga dengan stiker yang mudah rusak, misalnya kena air.

Karena itu dia menyarankan bila memang kebijakan itu diimplementasikan, setiap SPBU harus ada petugas dari pemerintah (Dinas Perhubungan) atau Organda untuk membantu operator menentukan kendaraan yang layak menerima BBM bersubsidi. "Jangan dibebankan kepada operator untuk memilah-milah,"ujarnya.

Dia khawatir, dalam praktiknya nanti petugas operator SPBU kecolongan dalam memberikan BBM bersubsidi kepada kendaraan yang tidak layak menerimanya. Repotnya, kalau karena kecolongan itu, operator harus berurusan dengan aparat hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×