kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Hipmi: Relaksasi DNI dicabut tak akan buat investor lari


Kamis, 29 November 2018 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia memastikan investor asing tidak akan kabur meski aturan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) dicabut.

"Investor itu investor kecil, tidak ada hubungannya dengan investor besar," ujar Bahlil usai menghadiri diskusi di DPR, Kamis (27/11).

Bahlil menambahkan, justru bila relaksasi DNI tetap dilakukan maka akan menghancurkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pasalnya UMKM akan kesulitan bersaing dengan investor asing yang masuk.

Kualitas pelaku UMKM di Indonesia masih rendah. Hal itu baik dilihat dari segi pendidikan mau pun pembiayaan.

"Dari sisi pembiayaannya, pembiayaan di luar itu kan kecil bunganya 2%, kita kan di sini kalau Kredit Usaha Rakyat (KUR) 7%, kredit umum 12%," terang Bahlil.

Bahlil mengungkapkan pemerintah seharusnya meningkatkan UMKM. Peningkatan dapat dilakukan dengan aturan yang mempermudah, meningkatkan skill, pembiayaan yang lebih mudah, dan market yang disiapkan.

Sementara investor asing dapat didorong dengan relaksasi investasi. Hal itu dilakukan dengan mempermudah birokrasi membuka usaha sehingga menarik investor.

Sebelumnya pemerintah akan mencabut 5 dari total 54 DNI yang direlaksasi. Namun, HIPMI berharap seluruh DNI yang direlaksasi dicabut karena merugikan UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×