kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Hipmi apresiasi ketegasan Jokowi pertahankan UMKM dalam DNI


Kamis, 29 November 2018 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Perajin Mebel


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo untuk menolak usulan kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi. Keputusan tersebut dinilai tepat untuk mempertahankan geliat pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini disumbang oleh UMKM.

"Kami sangat mengapresiasi karena sejak awal kami pun yakin Presiden Jokowi tidak akan menyetujui rancangan kebijakan DNI ini," ujar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Hipmi kepada Kontan.co.id, Kamis (289/11).

Bahlil menegaskan, sejak awal Hipmi memang menolak keras kebijakan tersebut lantaran dianggap mengancam pertumbuhan industri UMKM lokal. Hipmi juga menolak lantaran merasa tidak dilibatkan dalam proses sosialisasi rancangan kebijakan relaksasi DNI ini sebelumnya.

Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani, menambahkan, semangat mempertahankan pertumbuhan ekonomi selain menciptakan lapangan kerja, juga harus memperkuat ekonomi domestik. "Pokok pikiran relaksasi DNI ini cenderung tidak efektif menarik investasi masuk, tetapi malah menimbulkan kontraproduksi ekonomi di grass root.," ujar Ajib, Kamis (29/11).

Namun, Hipmi mengaku lega atas keputusan pemerintah menarik kembali UMKM masuk dalam DNI. "UKM adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan juga penyumbang besar Produk Domestik Bruto (PDB). Fungsi UKM justru harus diperkuat dengan pemberian insentif fiskal maupun moneter," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×