kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hipmi mendukung rencana tax amnesty jilid II


Jumat, 02 Agustus 2019 / 19:52 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung wacana pemerintah melanjutkan tax amnesty jilid II. Lantaran, tax amnesty jilid I dipandang masih belum optimal menjaring pajak.   

"Tax amnesty pertama kemarin masih belum optimal, masih banyak wajib pajak yang tidak memakai fasilitas tax amnesty untuk menyelesaikan sisa pajak mereka di masa lalu. Oleh karena itu perlu dilanjutkan," kata Ketua Badan Otonom Hipmi Tax Center Ajib Hamdani kepada kontan.co.id pada Jumat (2/8).

Baca Juga: Diminta gelar tax amnesty lagi, Sri Mulyani ingatkan sudah ada AEoI

Selain itu, Ajib menuturkan jika tax amnesty tidak dilanjutkan akan berdampak pada laju investasi. Ajib menilai orang-orang jadi enggan untuk memasukkan uang ke Indonesia karena tingginya tarif pajak.

Saat ini masih banyak dana yang terparkir di luar Indonesia karena orang-orang masih cenderung wait and see.

Baca Juga: Ini pertimbangan Sri Mulyani sebelum putuskan Tax Amnesty kedua

"Investasi yang saya maksud ini bisa berarti investasi dari luar negeri. Bisa juga tentang uang-uang orang Indonesia yang parkir di luar negeri yang belum dikembalikan ke Indonesia," tambah Ajib.

Laju investasi yang tak optimal, tentu bakal berimbas pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% tahun ini sulit dicapai.

Baca Juga: Wacana Tax Amnesty jilid dua tidak baik bagi sistem perpajakan ke depan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengemukakan wacana pelaksanaan tax amnesty jilid II. Didasari pertimbangan banyaknya pengusaha yang mengaku menyesal karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang dilakukan pemerintah tiga tahun lalu. “Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi,” ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×