kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Hipmi: Kegiatan usaha melambat harus dimaklumi


Jumat, 12 Oktober 2018 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center Ajib Hamdani memaklumi perlambatan kegiatan dunia usaha pada triwulan III-2018. Pasalnya faktor makroekonomi berpengaruh secara negatif.

"Kalau triwulan III cenderung lebih rendah dari triwulan II, ini dapat dimaklumi karena banyak faktor makro ekonomi yang berpengaruh secara negatif," jelas Ajib kepada Kontan.co.id, Jumat (12/10).

Faktor ekonomi yang berpengaruh negatif antara lain inflasi yang membuat economic cost cenderung tinggi. Serta tren nilai tukar rupiah yang melemah.

Agar selanjutnya pertumbuhan ini bisa lebih terdongkrak, Pemerintah perlu fokus di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Karena sektor inilah yang menjadi competitive advantages

Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan III-2018 ini melambat ketimbang triwulan II-2018. Pada triwulan III-2018 tercatat 14,23% sedangkan pada triwulan II-2018 tercatat 20,89%.

Sektor yang tumbuh bagus yakni sektor industri manufaktur. Hal ini didorong permintaan pasar domestik yang masih terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×