kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.566   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hipmi: Kegiatan usaha melambat harus dimaklumi


Jumat, 12 Oktober 2018 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center Ajib Hamdani memaklumi perlambatan kegiatan dunia usaha pada triwulan III-2018. Pasalnya faktor makroekonomi berpengaruh secara negatif.

"Kalau triwulan III cenderung lebih rendah dari triwulan II, ini dapat dimaklumi karena banyak faktor makro ekonomi yang berpengaruh secara negatif," jelas Ajib kepada Kontan.co.id, Jumat (12/10).

Faktor ekonomi yang berpengaruh negatif antara lain inflasi yang membuat economic cost cenderung tinggi. Serta tren nilai tukar rupiah yang melemah.

Agar selanjutnya pertumbuhan ini bisa lebih terdongkrak, Pemerintah perlu fokus di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Karena sektor inilah yang menjadi competitive advantages

Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan III-2018 ini melambat ketimbang triwulan II-2018. Pada triwulan III-2018 tercatat 14,23% sedangkan pada triwulan II-2018 tercatat 20,89%.

Sektor yang tumbuh bagus yakni sektor industri manufaktur. Hal ini didorong permintaan pasar domestik yang masih terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×