kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.627   74,00   0,42%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Apindo sebut daya beli masyarakat belum tinggi


Jumat, 12 Oktober 2018 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Hariyadi Sukamdani


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menjelaskan kondisi dunia usaha saat belum sepenuhnya pulih. Justru sebaliknya, Hariyadi mengingatkan untuk berhati-hati.

Merujuk data hasil kegiatan dunia usaha (SKDU) Bank Indonesia mengklaim kegiatan usaha pada triwulan III masih terbilang positif. Walaupun tidak setinggi pertumbuhan periode triwulan sebelumnya.

Dalam hasil survei tercermin nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan III-2018 sebesar 14,23%, lebih rendah dari 20,89% pada triwulan II-2018.

"Triwulan III itu harusnya melewat hari raya, harusnya lebih bagus," jelas Hariyadi kepada Kontan.co.id, Jumat (12/10).

Pasalnya daya beli masyarakat saat hari raya jadi tinggi. Namun apabila terjadi perlambatan dunia usaha maka daya beli masyarakat yang belum tinggi.

Hariyadi mengamini bahwa sektor industri pengolahan masih menyumbangkan dampak positif pada dunia usaha. Permintaan di pasar domestik pada industri manufaktur masih terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×