kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Heboh RUU Ketahanan Keluarga, pakar: Tak etis negara atur keluarga


Sabtu, 22 Februari 2020 / 20:58 WIB
Heboh RUU Ketahanan Keluarga, pakar: Tak etis negara atur keluarga
ILUSTRASI. Ilustrasi keluarga. RUU Ketahanan Keluarga diusulkan oleh lima anggota DPR. Shutterstock

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Ia mengaku, usulan RUU ini berangkat dari keprihatinannya atas maraknya praktik seks bebas hingga penggunaan narkoba di kalangan anak-anak dan remaja. Padahal, seharusnya hal-hal tersebut dapat dicegah, dan pencegahan itu dimulai dari level keluarga. 

Sementara itu, Ali Taher menyatakan, tak mempersoalkan bila RUU ini tak jadi dibahas. Hanya, ia meminta, agar substansi di dalam RUU ini tidak ditarik ke ranah agama tertentu. 

Baca Juga: Ini 16 nama calon dirut TVRI yang lulus seleksi makalah

“Jangan anda melihat bahwa ini seolah-olah undang-undang ini adalah undang-undang Hukum Islam atau undang-undang yang memiliki kepentingan tertentu. Tidak ada. Enggak jadi juga enggak apa-apa,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa RUU ini dirancang untuk memberikan perlindungan bagi keluarga. Sebab, banyak persoalan rumah tangga yang tidak disentuh lewat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (Dian Erika Nugraheny)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal RUU Ketahanan Keluarga, Pakar: Tak Etis Negara Atur Keluarga"

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×